Kamis, 07 Juli 2011

Ada 18 Susu Formula yang Diteliti Ulang

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Kontroversi gugatan susu formula -- susu untuk bayi berusia 6 bulan ke bawah -- terkontaminasi bakteri Enterobacter sakazakii membuat Kementerian Kesehatan meneliti ulang susu bayi yang beredar di pasaran. Hasilnya diumumkan hari ini.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih menjelaskan, pengumuman ini adalah untuk menjawab permintaan anggota Komisi IX DPR RI dalam rapat kerja 17 Februari 2011. "Kami diminta untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung. Karena berbagai hal, putusan tak bisa kami laksanakan," kata Menkes dalam konferensi pers, Jumat 8 Juli 2011.

Ditambahkan dia, sebagai jalan ke luar dilakukan survei ulang terhadap susu formula yang saat ini beredar.

Sementara, Kepala Litbangkes, Trihono menjelaskan, penelitian dilakukan pada semua nama dan jenis susu formula yang ada di tahun ini di Indonesia. Dijelaskan dia, ada perbedaan antara penelitian Institut Pertanian Bogor (IPB) dan yang dilakukan Badan POM.

Penelitian IPB, jelas dia, adalah penelitian isolat bakteri yang tak mengandung ketentuan jumlah sampel. "Yang penting sampai bakteri ketemu," tambah dia. Sementara, penelitian ulang ini dilakukan terhadap seluruh sampel yang ada di pasar, terhadap seluruh merk. "Survey surveillance dilakukan untuk kepentingan masyarakat sehingga dipublikasikan," jelas dia.

Samplenya, tambah dia adalah semua nama dan jenis susu yang beredar di tahun 2011, baik kemasan kaleng maupun karton. "Baik produksi dalam negeri maupun luar negeri. Jumlahnya 47 sampel susu dari 18 merek."

Penelitian susu formula kali ini melibatkan tiga institusi yaitu Badan Pengawasan Obat dan Makanan, Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan, dan Institut Pertanian Bogor. Penelitian ulang untuk memeriksa apakah susu formula yang beredar di pasaran mengandung Enterobacter sakazakii.

Kisruh masalah susu berbakteri ini muncul saat Institut Pertanian Bogor merilis hasil penelitian terhadap sejumlah sampel susu yang beredar di pasaran tahun 2003-2006. Hasilnya, sejumlah merek terkontaminasi bakteri E. sakazakii.

David ML Tobing, pengacara, lantas menggugat agar Menkes, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta IPB mengumumkan merek susu tersebut pada 2008. Kasusnya menang sampai tingkat kasasi.

Baik Menkes maupun IPB menolak untuk mengumumkan. Kemenkes lantas memberikan surat kuasa khusus untuk Kejaksaan Agung selaku pengacara negara dalam mengajukan upaya peninjauan kembali (PK). (eh)

Laporan: Luqman Ramadi

• VIVAnews


Admin 08 Jul, 2011


--
Source: http://uc1n.blogspot.com/2011/07/ada-18-susu-formula-yang-diteliti-ulang.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

noreply@blogger.com (New bie) 08 Jul, 2011


--
Source: http://delapan-sembilan.blogspot.com/2011/07/ada-18-susu-formula-yang-diteliti-ulang.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar