Minggu, 10 Juli 2011

Kulit Terbakar Matahari? Ini Penyembuhannya

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Bila dibiarkan, kulit yang terbakar sinar matahari bisa menimbulkan bekas luka permanen

Jika kulit Anda sensitif, maka berjemur atau bersantai di pantai saat cuaca terik akan dengan mudah membuat kulit terbakar. Berada di luar ruangan saat siang hari, walau sudah menggunakan krim pelindung cahaya matahari, dipastikan membuat kulit Anda kemerahan dan terasa perih.
Spoiler for Pic:


Gejala-gejala itu menandakan kulit telah terbakar sinar matahari. Gangguan itu jangan didiamkan karena bisa merusak kulit secara permanen.

Maka, menurut kalangan pakar yang dikutip majalah Cosmopolitan, lakukan lima langkah berikut agar kondisi kulit tidak semakin parah.

1. Konsumsi Aspirin atau Ibuprofen
Spoiler for Pic:


Kedua obat tersebut berfungsi untuk mengurangi inflamasi. Artinya, iritasi dan kemerahan pada kulit bisa lebih mudah dan cepat dikurangi.
Anda bisa mengonsumsinya antara waktu 24 jam setelah terbakar.

"Faktanya kulit yang terbakar bisa menimbulkan bekas luka yang permanen," kata Ellen Marmur, MD, ahli kulit dari Mount Sinai Medical Center, New York, kepada Cosmopolitan.


2. Gunakan pelembab yang mengandung anti inflamasi
Spoiler for Pic:


Pilih pelembab yang mengandung zat antiinflamasi. Seperti pelembab yang mengandung aloe vera atau kedelai. Kandungan didalamnnya
bisa mengurangi kekeringan, kemerahan, dan rasa gatal yang muncul akibat terbakar.


3. Gunakan krim pelindung sinar matahari
Spoiler for Pic:


Pastikan Anda selalu menggunakan krim yang mengandung sun protection formula (SPF). "Ini demi memberikan waktu untuk proses penyembuhan kulit dan membantu sistem kekebalan tubuh kerusakan," kata David J. Leffell, MD, profesor dermatologi di Sekolah Medis Universitas Yale.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tabir surya dengan paling sedikit SPF 15 dapat menahan perubahan sel pra-kanker sel sampai menjadi kanker. Jadi, selalu gunakan krim dengan SPF untuk mencegah timbulnya kanker kulit.


4. Eksfoliasi
Spoiler for Pic:


Setelah area kulit yang terbakar sembuh, lakukan eksfoliasi atau pengelupasan pada area kulit yang terbakar. Anda bisa menggunakan
pembersih yang mengandung asam alfa hidroksi, dua kali dalam satu minggu selama satu bulan. Hal ini akan membantu pertumbuhan
sel-sel kulit yang baru secara lebih cepat.


5. Gunakan krim yang mengandung retinol
Spoiler for Pic:


Gunakan krim yang mengandung retinol demi meningkatkan produksi kolagen. Dengan begitu, kulit menjadi lebih elastis dan cerah.



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8740935

noreply@blogger.com (admin) 10 Jul, 2011


--
Source: http://jelajahunik.blogspot.com/2011/07/kulit-terbakar-matahari-ini.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

noreply@blogger.com (New bie) 10 Jul, 2011


--
Source: http://delapan-sembilan.blogspot.com/2011/07/kulit-terbakar-matahari-ini.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar