Minggu, 10 Juli 2011

Seribu Spesies Baru Ditemukan di Papua yg Terancam Kepunahan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Sejenis biawak spesies Varanus macraei yang ditemukan di Batanta,
Papua, tahun 2001 memiliki panjang sekitar 1 meter.

Lebih dari 1.000 spesies baru ditemukan para ilmuwan peneliti di Papua serta Papua Niugini dalam waktu 10 tahun terakhir. Sayangnya, keanekaragaman itu terancam kepunahan akibat tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Berdasarkan laporan terbaru yang disusun oleh World Wild Fund for Nature (WWF), peneliti telah menemukan sebanyak 218 spesies tumbuhan, 43 reptil, 12 mamalia, 134 amfibi, 2 burung, 71 ikan, dan 580 invertebrata. Dengan jumlah sebanyak itu, artinya ditemukan dua spesies setiap dua minggu.

Spesies-spesies baru tersebut ditemukan sepanjang 1998 hingga 2008 oleh kelompok-kelompok tim di berbagai lingkungan dalam pulau itu, mulai dari daerah hutan, perairan, hingga pesisir. "Melihat segi keanekaragaman hayati, pulau ini lebih mirip benua daripada pulau," cetus Neil Stronach, salah seorang perwakilan dari WWF Western Melanesia.

Sementara itu, Mark Wright, Conservation Science Adviser WWF, menyoroti bahwa, walau kekayaan hayati ini sangat memesona, ancaman kepunahan tidak mungkin dihindari. "Meski ada upaya maksimal yang dibangun oleh organisasi, seperti WWF, sangat jelas bahwa kita tidak bisa menyelamatkan semua spesies. Hutan akan terus ditebangi, sungai-sungai dibendung, dan pesisir pantai terus dibangun. Sejumlah spesies akan terhapus," kata Wright.

Pulau yang menampung Papua dan Papua Niugini (dunia internasional menyebutnya pulau New Guinea) merupakan pulau terbesar kedua di dunia setelah Greenland. Pulau ini diketahui memiliki ekosistem yang belum tersentuh. Kawasan hutan hujannya terbesar ketiga di dunia setelah Amazon dan Kongo. Pulau ini juga menjadi rumah bagi sekitar 6 hingga 8 persen spesies hewan yang ada di muka bumi.

Beberapa spesies menakjubkan yang terdapat di pulau tersebut adalah ikan hiu air tawar sepanjang 2,5 meter, kuskus bermata biru, kupu-kupu yang memiliki sayap terlebar, katak dengan gigi taring, lumba-lumba kepala bulat, dan ular buta.
Beberapa Spesies Barunya
Quote:
Spoiler for blue damsel fish:

Spoiler for rainbow fish:

Spoiler for snub fin dolphin:

Spoiler for pink orchid:

Spoiler for fleshy orchid:

Spoiler for giant bent toed gecko:

Spoiler for monitor lizard:

Spoiler for wattled smoky honeyeater bird:

Spoiler for blue eyed spotted cuscus (kuskus):



sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9470077

noreply@blogger.com (admin) 10 Jul, 2011


--
Source: http://jelajahunik.blogspot.com/2011/07/seribu-spesies-baru-ditemukan-di-papua.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

noreply@blogger.com (New bie) 10 Jul, 2011


--
Source: http://delapan-sembilan.blogspot.com/2011/07/seribu-spesies-baru-ditemukan-di-papua.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar