Rabu, 29 Juni 2011

Sebuah Realita Kehidupan

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Saat aku melompat dari gedung...


Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.


Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt.9


Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya.


Di lt.7, Dan sedang minum obat anti depresi.


Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari


di lt.5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya


di lt.4 Rosa bertengkar lagi dengan pacarnya.


Di lt.3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya


Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu


Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang


Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri


Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk


Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku…


Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.


noreply@blogger.com (admin) 30 Jun, 2011


--
Source: http://jelajahunik.blogspot.com/2011/06/sebuah-realita-kehidupan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

noreply@blogger.com (New bie) 30 Jun, 2011


--
Source: http://delapan-sembilan.blogspot.com/2011/06/sebuah-realita-kehidupan.html
~
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar